American Cancer Society (2009) merekomendasikan semua wanita sebaiknya memulai skrining 3 tahun setelah pertama kali aktif secara seksual. Pap Smear dilakukan setiap tahun. Wanita yang berusia 30 tahun atau lebih dengan hasil tes Pap Smear normal sebanyak tiga kali, melakukan tes kembali setiap 2-3 tahun, kecuali wanita dengan risiko tinggi harus melakukan tes setiap tahun. Jika hasil pap smear atau tes HPV menunjukkan adanya perubahan sel yang mencurigakan, dokter mungkin akan melakukan kolposkopi. Pada prosedur ini, dokter menggunakan alat khusus bernama kolposkop untuk memeriksa dengan seksama serviks, vagina, dan vulva dengan cahaya dan lensa khusus. 4. Biopsi Penanganannya pun bisa berbeda-beda di setiap pasien, tergantung dari usia, riwayat pap smear sebelumnya, dan hasil tes HPV. Misalnya, jika LSIL ditemukan melalui pap smear yang baru pertama kali dilakukan, diperlukan tes Pap smear ulang dalam setahun dengan atau tanpa tes HPV. Tes HPV bertujuan untuk mencari keberadaan strain HPV tertentu yang Tes pap smear dapat mendeteksi perubahan pada sel-sel serviks (leher rahim) yang mungkin mengarah pada lesi pra-kanker atau dicurigai sebagai kanker serviks. Sehingga hasil tes dapat memberikan informasi lebih awal (hulu) sebelum terjadi perubahan-perubahan agresif pada sel-sel abnormal tersebut. Cara Pemeriksaan HPV DNA Genotyping . Ringkasan Tutup Tes pap smear adalah cara yang paling tepat untuk mendeteksi adanya sel kanker serviks yang dapat menyerang wanita; Pemeriksaan pap smear sangat penting terutama pada wanita yang sudah berusia 21 tahun dan aktif secara seksual; Cara membaca hasil tes pap smear. Ada dua kemungkinan hasil dari tes ini, yakni normal atau tidak. Berikut penjelasan masing-masing hasilnya. Negatif (normal) Hasil pap smear yang negatif adalah sebuah kabar baik. Artinya, Anda tidak memiliki pertumbuhan sel abnormal di dalam serviks, alias negatif dari kanker serviks. Interpretasi Hasil Pemeriksaan Pap Smear. Posted on Maret 1, 2022 by Administrator. 01. Mar. Biasanya dibutuhkan satu hingga tiga minggu untuk mendapatkan hasil dari tes Pap Smear. Hasil negatif berarti tidak ada tanda displasia serviks. Sementara hasil positif berarti bahwa sel-sel abnormal terdeteksi. Setelah infeksi diobati, hasil Pap smear biasanya kembali normal. Jika hasil Pap smear positif karena adanya infeksi, penyebab utamanya harus diobati. Tes tersebut kemudian harus diulang dalam 2-3 bulan, karena kanker serviks dapat disembunyikan oleh infeksi. Anda boleh berhenti melakukan pap smear setelah usia 65 tahun, jika: Tidak ditemukan sel yang berpotensi tumbuh menjadi kanker selama pap smear; Tidak terdeteksi sel kanker selama pap smear; Hasil tiga tes pap smear terakhir normal secara berurutan; Hasil dua tes HPV terakhir negatif secara berurutan; Pap smear dilakukan untuk skrining kanker aEDH7oo.